Tak kupecah ranting menjadi puing
Tak kuraih pelangi sesuai inginmu
Tapi kenapa dirimu makin jauh?
Tak kuraih pelangi sesuai inginmu
Tapi kenapa dirimu makin jauh?
---
So, that was created when I was -like, twelve something- and that makes me wondering 'How can I be so poetic?'. It always amaze me. Maybe because I am now a different human being than myself back in eight years ago.
Aku yang sekarang akan berpikir tentang betapa teganya realita, dengan mudahnya dia menjatuhkan mimpi, angan bahkan ketika aku belum sempat memimpikannya. Tentang betapa jauhnya masa lalu, dan aku dipaksa menghadapi masa kini dengan kesiapan yang kususun setengah mati. Juga tentang sosok yang tak perlu hadir lagi, karena benakku telah tertutup sampai saat ini.
Okay, so the point is, kita semua berubah. Manusia berubah seiring waktu dan itu bukan hal yang perlu ditakutkan. Kalau dulu aku bisa membuat untaian kata puitis itu bahkan hanya dalam hitungan menit, kupikir sekarang pun sama. Even better. Kalau dulu yang bisa kulakukan hanya melihat orang-orang disekitarku beranjak sukses, sekarang justru akulah yang harus sukses. All we have to do is moving on. Berlatih tiada henti karena otak kita perlu digunakan bukan didiamkan, dan sadari apa yang terbaik dari diri kita lalu biarkan dunia tahu -biarkan dia tahu- kalau sekarang aku menjadi lebih baik!

1 komentar
Agree!
BalasHapus