Ada yang memiliki cara membunuh sepi dengan menuangkan segalanya menjadi kata. Tanpa kamu ketahui dan sadari, dia perlahan membunuh segala ketakutan dan kecemasan, mengubahnya menjadi baris-baris tulisan yang kamu anggap hiburan.
Ada yang setengah mati berusaha terlihat baik-baik saja, padahal dia sendiri hampir menyerah terhadap semuanya. Berusaha sabar pada semua orang, hanya karena dia tak ingin lagi kehilangan. Berbesar hati bertingkah konyol dan dikira tolol, agar tak seorang pun tahu apa yang selalu dia sembunyikan.
Hati saya tidak sekuat itu.
Barangkali, hati ini memang terdiri dari tumpukan kembang api. Mudah tersulut bahkan oleh satu percikan kecil.
Seperti ketika umurku belasan, seperti saat tawaku masih menggema di seluruh ruang kelas.

0 komentar:
Posting Komentar